SUNAT MASSAL

. 07 Juli 2009
3 komentar

ahad, 5 Juli 2009 KAMMI Daerah Surabaya bekerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Al Falah(YDSF), Rumah Sakit Islam, yayasan Bahrul ulum dan STIKES telah menyelenggarakan kegiatan sunatan massal. Acara Sunatan Massal yang pesertanya berkisar antara 8-13 tahun ini berasal dari daerah Putat Jaya,Surabaya sebanyak 35 orang dan 40 orang berasal dari kaum dhuafa.
Kegiatan yang dimulai dengan mengumpulkan peserta di sekolah Bahrul Ulum disana sedikit disampaikan beberapa tausiah tentang keutamaan thaharah dalam hal ini adalah melakukan khitan. acara kemudian dilanjutkan ke STIKES untuk melakukan ceremonial. Dari STIKES para peserta diarak menuju ke RSI yang berlokasi di jalan Ahmad Yani.(aryd)
Selengkapnya...

PESERTA DM 2 SURABAYA

komisariat Jombang
  • ikhwan
  1. farid
  2. irhham
  3. udin
  4. nanang
  5. purwito
  • akhwat
  1. nisa
  2. hidayah
  3. fina
  4. manisfu
  5. sri nuraini
  6. fitri
Gresik
  • ikhwan
  1. syaiful maftukhin
  2. abdul kohar
  3. agung santoso
  4. nasrur rohim
  5. akhmad taufik
  • akhwat
  1. gresia
  2. nurul aini
Tuban
  • ikhwan
  1. m. syaifudin
  2. kholillurahman
  3. arif sholehudin
  • akhwat
  1. nika
  2. purwanti
Lamongan
  • ikhwan
  1. nasrurrahman
  2. agung santoso
  • akhwat
  1. anik
  2. masfufah
sidoarjo
  • ikhwan
  1. miftah farid
  2. budiman as'adi
  3. achmad affandi
  • akhwat
  1. azzah
  2. achadiyah
  3. siti mauliatus zuhro
  4. ana kumalasari
IAIN
  • ikhwan
  1. decka v ginanjar
  2. m tuzri
  3. zainal abidin
  4. faizin adi
  • akhwat
  1. roziqoh mukhayaroh
  2. zulfa n
  3. azizah agustin
sepuluh nopember
  • ikhwan
  1. zainul arifin
  2. waluyo utama
  3. jamal mutaqqin
  4. aska azhar
  • akhwat
  1. barkah fitriyana
  2. rizky amalia
  3. hamimah turrohmah
  4. lu'luim mantsuro
  5. azizah
UNAIR
  • akhwat
  1. ninis
  2. diana agustina
  3. ulfa
Pamekasan
  • ikhwan
  1. eddu bisma
  2. muzayyin abduh
  • akhwat
  1. imroatun

Selengkapnya...

ROAD TO DAUROH MARHALAH II

. 04 Juli 2009
1 komentar

keterangan lebih lengkap download di sini
penugasan peserta DM II Surabaya
1. Membuat Makalah dengan ketentuan

  • tema "Muslim Negarawan Yang Kontributif Menuju Transformasi Masyarakat Indonesia"
  • kisi-kisi :Analisa Kondisi Masyarakat Lokal, Model Masyarakat Ideal/ yang diinginkan berdasarkan analisa, rekayasa sosial dalam kerangka gerakan KAMMI
2. Membuat Essai Bebas Bertema:
"Analisa Kerangka Bangun Indonesia Dalam Perspektif Ekonomi, Politik dan Hankam"
3. Download & print artikel/makalah esay dll (sumber dicantumkan)dengan topik:
  • otonomi daerah(Jatim)
  • Studi Krisis Pendidikan Jawa Timur
4. Makalah dan tugas dikumpulkan saat hari H: kamis, 16 Juli 2009 sebelum dauroh dimulai
5. membaca buku
  • sirah nabawiyah
  • risalah pergerakan 1 dan 2(Hasan Al Bana)
  • sistem masyarakat islami(Dr Yusuf Qardhawi)
  • rekayasa sosial(jalaludin Rahmat)
  • dari gerakan ke negara(Anis Matta Lc)
  • Menikmati Demokrasi (Anis Matta LC)
  • KAMMI Menuju Muslim Negarawan(Taufik Amrullah)
  • Menyiapkan Momentum(Rijalul Imam)
6. Ruhiyah
  • Sholat Wajib berjamaah(bagi ikhwan)
  • shaum 2 kali seminggu
  • Menghafal Surat As Shaff 1-14
  • Membaca Alma'tsurat 1 kali sehari
  • tilawak setengah juz perhari
  • qiyamul lail 3 kali perminggu
7. Jazadiyah
  • latihan push up,sit up dan back up (ikwan @ 20 , Akhwat @10)
  • lari minimal 10 menit perhari
  • senam minimal 5 menit perhari
8. setiap komisariat direkomendasikan untuk menyelenggarakan pra DM 2 klasikal dengan format daurah/kajian/bedah buku dengan tema :
  • dasar-dasar politik islam
  • teori analisa sosial
pra DM2 klasikal diselenggarakan secara mandiri oleh komisariat dan bersifat tidak wajib. Namun nanti tetap akan ada mutabah dari KAMDA Surabaya Selengkapnya...

INSPIRING "cerpen" COMPETITION 2009 & Bedah Buku The Road to The Empire

. 10 Juni 2009
0 komentar


klik disini untuk download brosur


Selengkapnya...

. 02 Agustus 2008
0 komentar

Sunduquna Juyubuna

Ketika kantor Dewan Pimpinan Pusat Ikhwanul Muslimin di Hilmiyah Al Jadidah semarak dengan berbagai macam program dan aktivitas, kantor yang tidak berapa luas itu jadi terasa sempit. Beberapa ikhwan berpikir untuk mencari lokasi dan tempat lain yang lebihluas, guna membantu kelancaran semua kegiatan dan program jamaah.

Di sela-sela rencana itu, pandangan beberapa Ikhwan tertuju pada sebuah bangunan vila yang berhadapan dengan kantor pusat Ikhwanul Muslimin. Vila itu dikelilingi halaman yang luas. Beberapa Ikhwan kemudian menyampaikan hal itu kepada Imam Asy-Syahid. Beliaupun mengutus beberapa Ikhwan untuk bernegosiasi dengan pemilik bangunan tersebut. Akhirnya, tercapai kata sepakat vila itu akan dijual dengan harga 10.000 Junaih. Padahal, waktu itu kas yang dimiliki Ikhwan hanya 500 Junaih. Beliau kemudian menandatangani perjanjian awal dengan memberikan pembayaran di muka sebesar uang yang ada saat itu.



Maktab Irsyad Ikhwan khawatr jika Ikhwan tidakmampu melunasi sisa uang yang harus dibayar. Apalagi ditambah dengan biaya renovasi dan perbaikan. Mereka khawatir akan kejahatan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam, bahwa Ikhwanul Muslimin menerima dana bantuan dari luar. Oleh karena itu, wajib diketahui bersama dari sekarang, bagaimana mendapatkan uang yang tidak kurang dair lima belas ribu Junaih itu.

Imam Asy-Syahid segera menenangkan semua Ikhwan yang ada dengan berkata,
“Saya akan mengiklankan di majalah Ikhwan tentang pembelian kantor untuk jamaah, dengan memasang gambar kantor tersebut dan meminta solidaritas dari anggota Ikhwan. Saya amat berharap mereka bisa menutupi kekurangan yang ada pada bulan pertama, kedua, atau, ketiga. Saya memberikan kesempatan ini kepada anggota Ikhwan hingga akhir Desember 1944 M.

Bila ternyata bantuan yang dikumpulkan anggota Ikhwan tidak cukup untuk membayar kekurangan yang ada sebelum batas akhir pembayaran, ketahuilah bahwasanya saya hafal nama-nama Ikhwan lebih dari dua puluh ribu nama. Saya akan mengirimkan kepada setiap akh satu surat melalui pos yang isinya meminta kepada mereka menyumbangkan satu junaih untuk pembayaran vila yang dibeli Ikhwan. Saya yakin ini adalah selemah-lemahnya iman.”

Selengkapnya...